Pengorganisasianmerupakan suatu proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan dasar organisasi, sumber daya yang dimilikinya dan lingkungan yang melingkupinya. Aspek utama dalam proses penyusunan struktur organisasi ialah departementalisai dan pembagian kerja. Berikut adalah langkah-langkah prosedur pengorganisasian: 13 Tujuan Pembahasan Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini yaitu : 1. Untuk mengetahui definisi organisasi dan struktur organisasi 2. Untuk mengetahui pentingnya kordinasi 3. Untuk megetahui pengertiuan perkajian kerja 4. Untuk mengetahuii definisi diferensiasi dan integrasi 5. Untuk mengetahui departementalisasi 6. Strukturorganisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, weweanang dan tanggung jawab yang berbeda dalalm suatu organisasi. Adapun faktor-fakor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah : 1. Pengorganisasianmerupakan proses untuk merancang struktur formal, pengelompokan, dan mengatur serta membagi tugas-tugas ata pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat di capai secara efisien. Berbagai kehidupan yang tidak terbatas dan kemampuan yang terbatas yang mendorong manusia untuk berhubungan manusia lain. Daridefinisi tersebut dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup 3 elemen pokok: 1. Interaksi manusia, 2. Kegiatan yang mengarah pada tujuan, 3. Struktur organisasi itu sendiri. Kebutuhan perusahaan akan pentingnya peranan organisasi akan disesuaikan dengan seberapa besar anggota perusahaannya. Pengorganisasianmerupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi,sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Dalam makalah kali ini kita akan mempelajari lebih dalam mengenai organisasi dan pengorganisasian. II. RUMUSAN MASALAH A. Apa pengertian organisasi dan pengorganisasian ? Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang bejudul "Organisasi". Makalah ini berisi tentang definisi organisasi, struktur organisasi, bentuk organisasi, elemen dasar pengorganisasian dan mengelola WhR1mE. Latar Belakang Membahas tentang masalah organisasi pasti kita pernah mendengar kata tersebut. Organisasi adalah sebuah wadah untuk para mahasiswa mengekspresikan aspirasi mereka. organisasi sangat penting ada di dalam setiap perguruan tinggi karena dengan adanya organisasi di setiap perguruan tinggi akan banyak menampung kreatifitas mahasiswanya. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi Artinya dengan definisi tersebut kita memahami betapa besarnya tanggung jawab dari organisasi mahasiswa ataupun perusahaan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Rumusan Masalah Apa pengertian organisasi?Apa pengertian organisasi formal?Apa pengertian struktur organisasi?Apa ciri organisasi formal?Apa faktor-faktor penentu perancangan struktur organisasi formal?Apa model struktur organisasi formal?Apa perbedaan organisasi formal dan organisasi informal? Tujuan Penulisan Untuk mengetahui pengertian mengetahui pengertian organisasi mengetahui pengertian struktur mengetahui ciri organisasi mengetahui faktor-faktor penentu perancangan struktur organisasi mengetahui model struktur organisasi mengetahui perbedaan organisasi formal dan organisasi informal. Pengertian Organisasi Terdapat beberapa definisi dan pengertian dari organisasi, diantaranya Menurut Stoner, organisasi adalah satu pola beberapa jalinan lewat mana beberapa orang di bawah pengarahan atasan menguber tujuan Stephen P. Robbins, organisasi adalah kesatuan entity sosial yang dikoordinasikan dengan cara sadar, dengan satu batasan yang relatif bisa diidentifikasi, yang bekerja atas basic yang relatif terus-menerus untuk meraih satu tujuan berbarengan atau sekumpulan James D. Mooney, organisasi adalah bentuk tiap-tiap perserikatan manusia untuk meraih tujuan Chester I. Bernard, organisasi adalah satu system kesibukan kerja sama yang dikerjakan oleh dua orang atau Max Weber, organisasi adalah satu kerangka jalinan terstruktur yang didalamnya ada wewenang, serta tanggung jawab dan pembagian kerja menggerakkan suatu hal manfaat spesifik. Definisi Organisasi Formal Organisasi formal adalah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas. Atau organisasi yang memiliki struktur bagan yang menggambarkan hubungan-hubungan kerja, kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab antara pejabat dalam suatu organisasi. Atau organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara jelas disusun. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran. Tujuan ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yang akan dibuat. Ada 3 Unsur pokok organisasi formal, yaitu sistem kegiatan terkoordinasi, kelompok orang dan kerjasama mencapai tujuan. Pengertian Struktur Organisasi Struktur organisasi desain organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, atau pun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran ukuran satuan kerja. Organisasi formal memiliki ciri-ciri sebagai berikut Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antara atau rencana organisasi terbagi kedalam tugas-tugas; tugas-tugas organisasi disalurkan di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan. Yakni, satu-satunya saat bahwa seseorang diberi kewenangan untuk melakukan tugas-tugas jabatan adalah ketika ia secara sah menduduki kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hierarkis. Hierarkinya mengambil bentuk umum suatu suatu sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas, yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi berlaku bagi setiap sikap dan prosedur untuk menerapkan suatu sistem disiplin merupakan bagian dari dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis, alih-alih koneksi politis, koneksi keluarga, atau koneksi pekerjaan dalam birokrasi berdasarkan kecakapan teknis, kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja. Ilustrasi struktur organisasi formal Penentu Struktur Organisasi Formal Faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi formal adalah sebagai berikut Strategi organisasi untuk mencapai tujuannya. Strategi menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun diantara para pimpinan dan bawahan. Menurut Chandler, pengubahan strategi mengakibatkan perubahan desain organisasional. Peningkatan kompleksitas menyebabkan struktur tersentralisasi menjadi tidak efisien. Perusahaan-perusahaan harus mengubah strukturnya menjadi struktur yang yang melingkupinya. Dalam hal ini perlu dibedakan tiga tipe lingkungan sebagai berikut Lingkungan stabil, yaitu lingkungan dengan sedikit atau tanpa perubahan yang tidak diperkirakan atau secara tiba-tiba. Lingkungan berubah changing environment, yaitu lingkungan di mana inovasi perubahan mungkin terjadi dalam setiap atau seluruh bidang. Lingkungan bergejolak turbulent environment, yaitu lingkungan di mana sering terjadi perubahan secara yang digunakan. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi barang- barang atau jasa akan membedakan struktur organisasi. Semakin kompleks teknologi, semakin besar jumlah manajer dan tingkatan manajemen. Perusahaan yang ingin sukses harus memiliki struktur yang sesuai dengan tingkat organisasi. Besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan kerjanya yang sangat mempengaruhi struktur besar ukuran organisasi, struktur organisasi akan semakin kompleks dan harus dipilih struktur yang pegawai/karyawan dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi. Kemampuan dan cara berpikir para anggota, serta kebutuhan mereka untuk bekerja sama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi. Kebutuhan manajer dalam pembuatan keputusan juga akan mempengaruhi saluran komunikasi, wewenang dan hubungan diantara satuan kerja pada rancangan struktur organisasi. Model Struktur Organisasi Formal Struktur organisasi formal dibagi menjadi beberapa model, diantaranya Model tradisional. Dirancang terutama untuk lingkungan yang stabil dan pengubahan yang terjadi di dalamnya dapat diperkirakan. Cenderung tidak efisien dalam lingkungan yang sangat bergejolak. Pada model ini terdapat beberapa tingkatan, yaitu manajemen puncak, pelaksananya adalah direktur pelaksana dan manajer umum; manajemen menengah, pelaksananya adalah manajer departemen fungsional/divisi dan kepala bagian; manajemen lini pertama, pelaksananya adalah supervisor/mandor/kepala tukang dan pengawas tingkat pertama; karyawan operasionalModel hubungan manusiawi. Dalam model ini juga diterima konsep spesialisasi, rutinitas, dan pemisahan perencanaan dari pelaksanaan sebagai ciri utama organisasi yang efektif. Model ini secara eksplisit mengakui bahwa orang tidaklah selalu bertindak persis segaris dengan posisi menurut struktur sumber daya manusia. Implikasi model sumber daya manusia pada struktur organisasi, walaupun abstrak adalah jelas. Model ini berpendapat bahwa pada hakekatnya manusia mempunyai kemampuan untuk mempelajari pengarahan dan pengendalian diri lebih kreatif dari pada pekerjaannya sekarang, dan bahwa tugas manajer adalah menciptakan suatu lingkungan di mana mereka dapat meningkatkan sumbangan kapasitasnya pada organisasi. Perbedaan Organisasi Formal Dan Organisasi Informal Terdapat perbedaan antara organisasi formal dan organisasi informal. Perbedaannya terletak pada Hubungan antar pribadi. Dalam organisasi formal hubungan yang terjadi antara anggota organisasi didasarkan pada peraturan. Hubungan ini bersifat mutlak dan tidak bias dibantah selama perturan itu belum ada pembeharuan. Setiap anggota organisasi mengembangkan perilakunya berdasarkan posisinya masing-masing. Berbeda dengan organisasi informal yang mana hubungan antar anggota sudah tersusun dengan jelas maka dalam organisasi informal hubungan antar anggota berdasarkan pada kebutuhan. Tidak ada hubungan yang permanen dalam organisasi informal. Hubungan ini bisa muncul secara sepontan dan bisa menjadi intens bila tingkat keperluan semakin banyak dan dalam organisasi formal telah ditetapkan dengan berdasarkan statuta organisasi dengan masa jabatan yang jelas. Pemimpin dapat menduduki jabatan karena adanya penunjukan oleh pihak-pihak yang berwenang dalam organisasi baik ditunjuk maupun dipilih oleh organisasi. Dalam kepemimpinan organisasi informal diperoleh dengan adanya kesepakatan dari anggota organisasi. Tugas-tugas pemimpin dalam organisasi informal tidak tertuang secara jelas dalam peraturan sebagaimana yang ada dalam organisasi perilaku. Perilaku komunikasi yang terbentuk dalam organisasi formal didasarkan pada role mereka sebagaimana yang tertuang dalam pembagian tugas kerja organisasi. Perilaku ini sangat jelas bahkan sebelum anggota organisasi memasuki lingkungan organisasi tersebut. Perubahan perilaku sangat dipenagruhi oleh balas jasa organisasi terhadap mereka. Hadiah rewards dan hukuman punishment sangat mempengaruhi perilaku anggota organisasi. Sedangkan dalam organisasi informal perilaku anggota tergantung pada tingkat pemenuhan kebutuhan organisasi formal tingkat ketergantungan level bawahan terhadap level atas sangat tinggi. Level atas memegang kendali terhadap aktivitas level bawah. Perubahan pada level atas sangat berpengaruh terhadap level bawah, tetapi perubahan level bawah tidak terlalu berdampak pada level atas. Dalam organisasi informal tingkat ketergantungan terhadap pemimpin sangat lemah bahkan peranan pemimpin terhadap anggota organisasi tidak signifikan. Kadangkala pemimpin dalam orgnanisasi informal hanya sebatas mengkordinasi dan memfasilitasi saja. Perbedaan antara organisasi formal dan informal dapat dirangkum dalam tabel di bawah ini Organisasi FormalOrganisasi InformalHubungan Antar pribadiHubungan antara atasan & bawahan ditentukan peraturanHubungan antara atasan dan bawahan berdasar kebutuhan masing-masingKepemimpinanPemimpin ditetapkan dan ditunjukPemimpin dipilih berdasarkan kesepakatanPengendalian PerilakuPengendalian perilaku melalui pemberian balas jasa dan hukumanPengendalian melaui pemenuhan kebutuhanKetergantunganBawahan sangat tergantung pada atasanKurang tergantung pada pimpinanTabel perbedaan organisasi formal dan organisasi informal. Kesimpulan Organisasi formal ialah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran. Tujuan ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yang akan dibuat. Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, ataupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Navigasi pos 1 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pengorganisasian organizing merupakan proses penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Pengorganisasian dilakukan untuk mencapai sasaran strategis dari sebuah organisasi yang harus dimulai dengan beberapa tahap, salah satunya yaitu proses mendesain organisasi. Pola hubungan spesifik dalam proses ini disebut struktur organisasi. Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Menurut Robbins dan Coulter 2007284, Struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan. Teori mengatakan bahwa ada pengaruh dari struktur organisasi terhadap kinerja karyawan di suatu perusahaan, tergantung pada bentuk struktur organisasi yang dipakai perusahaan tersebut. Struktur organisasi perusahaan cenderung berbeda. Struktur organisasi yang lazim digunakan adalah struktur sederhana, birokrasi dan struktur matriks. Secara spesifik, struktur hendaknya mengikuti strategi. Menurut Chandler dalam Robbins 2003183, Jika manajemen membuat suatu perubahan yang penting dalam strategi organisasi, struktur akan perlu dimodifikasikan untuk mengakomodasikan dan mendukung perubahan ini. Universitas Sumatera Utara 2 Bentuk struktur organisasi yang beraneka cenderung mempengaruhi dimana tiap-tiap bentuk struktur organisasi mempunyai kekuatan dan kelemahannya masingmasing. Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu mempunyai bentuk struktur organisasi yang bersifat fungsional, sehingga pembagian tugas jelas mengingat besarnya probabilitas pengembangan spesialisasi. Hal ini menunjukkan bahwa struktur organisasi yang digunakan Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu cenderung ke arah birokrasi, dimana struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai lewat spesialisasi, aturan dan pengaturan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam departemen-departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit, dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando Robbins, 2003176 Trahant 199786 mengemukakan ā€œChange isn’t something. You’ve got to involve people’s bodies and souls if you want your change effort to workā€. Perubahan pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu harus memperhatikan dan melibatkan seluruh komponen yang ada termasuk pegawai. Untuk itu pengelolaan sumber daya manusia menjadi bagian yang strategis dan menentukan. Antara organisasi dan pegawai merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan yang bersifat simultan dan harus seimbang. Artinya pada satu sisi, pegawai harus dikelola dalam kerangka alur kepentingan organisasi, di sisi lain kegiatan organisasi harus dapat memperhatikan kepentingan dan kebutuhan yang diharapkan Universitas Sumatera Utara 3 pegawai. Hal ini dilakukan dengan mapping pemetaan pegawai bagi seluruh pegawai Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu dari tingkatan pelaksana sampai dengan pejabat Esselon dalam rangka menempatkan pegawai sesuai dengan kemampuannya right man on the right job. Perubahan struktur organisasi terjadi pada tahun 2008, dimana dalam menangani perancangan struktur organisasi Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu menggunakan dua komponen yaitu departementasi dan formalisasi. Departementasi maksudnya adalah dasar yang dipakai dalam pengelompokan pekerjaan sehingga tugas yang sama atau mirip dapat dikoordinasikan dengan lebih baik dimana Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu menambahkan bidang kelompok jabatan fungsional yang dibawahi langsung oleh Kepala Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu. Formalisasi adalah suatu tingkat dimana pekerjaan dalam organisasi itu dibakukan. Jika pekerjaan sangat diformalkan, pelaksana pekerjaan hanya punya sedikit keleluasaan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan harus dikerjakan, dan bagaimana seharusnya mengerjakannya dimana posisi bagian tata usaha berganti nama menjadi sekretaris dan ditambahnya bidang kelompok jabatan fungsional yang seluruh kegiatannya harus sesuai prosedur yang terdefinisi dengan jelas pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu. Universitas Sumatera Utara 4 Berikut struktur organisasi Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu menurut PERDA no 3 tahun 2001 sebelum perubahan Kepala Dinas Lampiran II PERDA PROPINSI SUMATERA UTARA NOMOR 3 TAHUN 2001 TANGGAL 31 JULI 2001 Wkl. Kepala Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BAGIAN TATA USAHA Drainase/pkp/Air Bersih Bangunan Gedung Penataan Ruang SUBBAG UMUM SUBDIS BINA PENATAAN RUANG SUBDIS BINA PENGEMBANGAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN SEKSI SURVEY DAN PEMETAAN SEKSI METROPOLITAN DAN KOTA BESAR SEKSI PERENCANAAN TATARUANG SEKSI SEDANG DAN KOTA KECIL SEKSI PEMANFAATAN &PENGENDALIAN RENCANA TATA RUANG SEKSI SUBBAG KEUANGAN SUBBAG KEPEGAWAIAN SUBDIS BINA PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN SUBDIS BINA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN SEKSI PERUMAHAN RAKYAT SEKSI PENDATAAN DAN PENGATURAN SEKSI PENGEMB. PERMUKIMAN BARU DAN FASILITAS PENDANAAN SEKSI TATA TEKNIK DAN KONSTRUKSI SEKSI PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN SEKSI PENINGKATAN KUALITAS DAN PEMULIHAN DAMPAK BENCANA SUBBAG ORG & HUKUM SUBDIS BINA PENINGKATAN PERAN SERTA MASYARAKAT SEKSI BADAN USAHA DAN KOPERASI SEKSI POKMAS SEKSI KEMNITRAAN SEKSI PELATIHAN DAN PENYULUHAN SEKSI PEMELIHARAAN DAN REHABILITAS SEKSI BERSIH DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN UPT KEPALA UNIT PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN RUMAH SEWA KASUBAG TATA USAHA SEKSI STUDI KELAYAKAN DAN PERENCANAAN SEKSI PENGADAAN DAN PEMBANGUNAN KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL I KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL III KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL IV KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL V KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL VI KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA SEKSI PEMBINAAN-A BINJAI/LANGKAT SEKSI PEMBINAAN-A UNGUN SEKSI PEMBINAAN-A LABUHAN BATU SEKSI PEMBINAAN-A SIBOLGA SEKSI PEMBINAAN-A PUAN SEKSI PEMBINAANA NIAS UTARA SEKSI PEMBINAAN-B ASAHAN SEKSI PEMBINAAN-B TAPANULI TENGAH SEKSI PEMBINAAN-B MEDAN/DELI SERDANG SEKSI PEMBINAAN-B KARO/TOBASA SEKSI PEMBINAAN-C TEBING TINGGI SEKSI PEMBINAAN-C DAIRI SEKSI PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PENDAMPINGAN DAN PENGHUNIAN KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL II SEKSI PEMBINAAN-C TANJUNG BALAI SEKSI PEMBINAAN-B MADINA SEKSI PEMBINAANB NIAS SELATAN SEKSI PEMBINAAN-C Gambar Struktur Organisasi Distarukim Menurut PERDA No. 3 Tahun 2001 Universitas Sumatera Utara 5 Berdasarkan PERDA No. 8 pada tahun 2008, Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu melakukan perubahan struktur organisasi sebagai berikut Lampiran II PERDA PROPINSI SUMATERA UTARA NOMOR 8 TANGGAL 28 november 2008 Kepala Dinas KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIS SUB BAGIAN UMUM BIDANG PENATAAN RUANG BIDANG PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN SUB BAGIAN KEUANGAN BIDANG TATA BANGUNAN DAN JASA KONTRUKSI SUB BAGIAN PROGRAM BIDANG PENYEHATAN LINGKUNGAN SEKSI PEMBINAAN TATA RUANG SEKSI PEMBINAAN PERUMAHAN SEKSI PEMBINAAN BANGUNAN GEDUNG SEKSI PENGEMBANGAN AIR MINUM SEKSI PERENCANAAN DAN PEMANFAATAN RUANG SEKSI PENGEMBANGAN PERMUKIMAN SEKSI TATA TEKNIS DAN KONTRUKSI BANGUNAN GEDUNG SEKSI PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN SEKSI PEMBANGUNAN KAWASAN SEKSI PEMANFAATAN DAN PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG SEKSI PENGEMBANGAN PERKOTAAN DAN PEDESAAN SEKSI PENGENDALIAN TATA RUANG UPT - UPT PENATAAN RUANG DAN PERMUKIMAN - UPT PENGELOLAAN RUMAH SEWA UPT KEPALA UNIT PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN RUMAH SEWA KASUBAG TATA USAHA SEKSI STUDI KELAYAKAN DAN PERENCANAAN SEKSI PENGADAAN DAN PEMBANGUNAN SEKSI PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN SEKSI PENDAMPINGAN DAN PENGHUNIAN KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL I KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL II KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL III KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL IV KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL V KEPALA BALAI PEMBINAAN WIL VI KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA KASUBAG TATA USAHA SEKSI PEMBINAANA BINJAI/LANGKAT SEKSI PEMBINAAN-A LUNGUN SEKSI PEMBINAAN-A LABUHAN BATU SEKSI PEMBINAAN-A SIBOLGA SEKSI PEMBINAAN-A PUAN SEKSI PEMBINAAN-A NIAS UTARA SEKSI PEMBINAAN-B KARO/TOBASA SEKSI PEMBINAAN-B ASAHAN SEKSI PEMBINAAN-B TAPANULI TENGAH SEKSI PEMBINAAN-B MADINA SEKSI PEMBINAAN-B NIAS SELATAN SEKSI PEMBINAAN-C DAIRI SEKSI PEMBINAAN-C TANJUNG BALAI SEKSI PEMBINAAN-B MEDAN/DELI SERDANG SEKSI PEMBINAAN-C TEBING TINGGI SEKSI PEMBINAAN-C Gambar Struktur Organisasi Distarukim Menurut PERDA No. 8 Tahun 2008 Universitas Sumatera Utara 6 Sejak adanya perubahan struktur organisasi pada tahun 2008, beberapa program telah tersusun dan dapat dicapai dengan optimal dari tahun 2007 sampai dengan 2011 hal tersebut dapat di lihat pada Tabel berikut ini Tabel Program Kerja dan Pencapaian Pencapaian No. Indikator 2007 % 2008 % 2009 % 2010 % Program Terkait Peningkatan 86 88 87 89 Infrastruktur Pedesaan 2 Program Pembangunan Perkotaan 68 69 68 70 Program Peningkatan 3 Pembangunan Perumahan dan 75 75 81 83 Permukiman 4 Program Penataan Ruang 70 75 73 76 Sumber Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu, Medan 2012. 1 2011 % 85 75 85 80 Berdasarkan Tabel di ketahui bahwa 1. Program Terkait Peningkatan Infrastruktur Pedesaan dari tahun ke tahun. Tahun 2010 mencapai tertinggi, yaitu sebesar 89% sementara 2011 merupakan pencapaian terendah, yaitu sebesar 85%. 2. Program Pembangunan Perkotaan dari tahun ke tahun berfluktuasi. Tahun 2011 merupakan pencapaian tertinggi yaitu sebesar 75% sementara tahun 2009 dan 2007 merupakan pencapaian terendah sebesar 68%. 3. Program Peningkatan Pembangunan Perumahan dan Permukiman dari tahun ke tahun. Tahun 2011 merupakan pencapaian tertinggi yaitu sebesar 85% sementara tahun 2007 dan 2008 merupakan pencapaian terendah sebesar 75% Universitas Sumatera Utara 7 4. Program Penataan Ruang dari tahun ke tahun berfluktuasi. Tahun 2011 merupakan pencapaian tertinggi sebesar 80% sementara tahun 2007 merupakan pencapain terendah sebesar 70%. Dari fenomena diatas menimbulkan pertanyaan apakah ada pengaruh perubahan organisasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu. Menurut Hunger dan Wheelen 2002186, Keberhasilan organisasi cenderung mengikuti pola pengembangan sebagaimana organisasi itu tumbuh dan berkembang, oleh sebab itu sebelum perencanaan berperan dalam mewujudkan kinerja, organisasi perusahaan harus di struktur dengan tepat guna pencapaian tujuan organisasi. Kinerja diartikan sebagai suatu pola tindakan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan, yang diukur berdasarkan perbandingan dengan berbagai standar. Collins, 200213. Penurunan kinerja pegawai dalam suatu organisasi umumnya dipengaruhi oleh pola penempatan orang-orang yang tidak sesuai dengan bidang dengan hal ini, Sitanggang 1997139 mengemukakan bahwa orang-orang yang mempunyai keahlian spesialisasi adalah tenaga yang langka dan sangat diperlukan, tetapi bila ditempatkan pada lingkungan atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya maka hasil yang didapat dari tenaga tersebut sebenarnya tidak menguntungkan. Selain ketepatan penataan keahlian menurut bidang, juga perlu keserasian penempatan keahlian menurut tingkatnya. Universitas Sumatera Utara 8 Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu merupakan salah satu instansi teknis yang ditetapkan sebagai pelaksana dan pengembang tugas serta kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam bidang Penataan Ruang dan Permukiman, dan mengimplentasikan kebijakan yang telah ditetapkan dalam penyelenggaraan pembangunan di Provinsi Sumatera Utara. Seiring perkembangan kondisi lingkungan yang selalu berubah, Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu sebagai instansi teknis pemerintah perlu melakukan perbaikan sistem, mekanisme kerja dan performance lembaga. Hal ini diperkuat dengan banyaknya pandangan negatif dari pengamat lingkungan dan masyarakat umum terhadap buruknya kinerja pegawai Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu. Dalam rangka memperbaiki citra Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu dan berdasarkan hal yang telah diuraikan sebelumnya, Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu merasa perlu melakukan perubahan. Reformasi yang dilakukan oleh Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu ini bersifat menyeluruh dan komprehensif, yang meliputi perubahan struktur organisasi yang berbeda dengan Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara Distarukimsu pada sebelumnya. Universitas Sumatera Utara 9 Berdasarkan pada penjelasan tersebut, maka penulis sangat tertarik melakukan penelitian dengan judul ā€œPengaruh Perubahan Struktur Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil PNS Pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utaraā€. Perumusan Masalah Dari latar belakang masalah dan penjelasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti merumuskan masalahnya sebagai berikut ā€œApakah perubahan struktur organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil PNS pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara?ā€ Tujuan Dan Manfaat Penelitian Tujuan penelitian Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perubahan struktur organisasi terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil PNS Pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Utara. 1. Manfaat Penelitian Bagi Perusahaan Sebagai sumbangan pemikiran dan bahan pertimbangan perusahaan untuk meningkatkan kinerja pegawai melalui perwujudan variabel yang mempengaruhinya. Universitas Sumatera Utara 10 2. Bagi Peneliti Menambah dan memperluas pengetahuan peneliti dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia khususnya yang berhubungan dengan pengaruh struktur organisasi terhadap kinerja pegawai. 3. Bagi Pihak Lain Penelitian ini bermanfaat sebagai bahan referensi dan informasi yang nantinya dapat memberikan perbandingan dalam mengadakan penelitian pada bidang lain di masa yang akan datang. Universitas Sumatera Utara BAB I Pendahuluan Latar Belakang Masalah Sistem struktur organisasi banyak sekali macamnya, mulai dari yang bersifat tradisional sampai profesional. Penerapannya sendiri dapat berbeda-beda dan banyak faktor yang menentukan, antara lain besar kecilnya perusahaan, luas sempitnya jaringan usaha, jumlah karyawan, tujuan perusahaan dan sebagainya. Beragamnya sistem struktur organisasi tersebut dimungkinkan bahwa suatu perusahaan A cocok menggunakan sistem struktur organisasi B, tetapi perusahaan C atau yang lain belum tentu cocok menggunakan sistem struktur organisasi B. Suatu perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya selalu menggunakan struktur organisasi sebagai wadah segala kegiatannya, tetapi untuk penerapan sistem struktur organisasinya tergantung dari kondisi perusahaan yang bersangkutan. Hal ini merupakan suatu masalah bagi setiap perusahaan dalam menerapkan struktur organisasi mana yang cocok sehingga untuk itu setiap perusahaan membutuhkan waktu dan pengamatan analisis yang khusus dalam memilih sistem struktur organisasi yang tepat dan sesuai. Tujuan - Menambah wawasan tentang struktur organisasi - Mengerti macam – macam struktur organisasi - Memenuhi tugas Dosen Perilaku dan Pengembangan Organisasi BAB II Pembahasan Pengertian Organisasi Menurut Stoner Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. Organisasi Menurut James D. Mooney Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi Menurut Chester I. Bernard Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Pengertian organisasi Organisasi adalah sekelompok orang dua atau lebih yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengertian Pengorganisasian. Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi. Pengertian Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen unit-unit kerja dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan koordinasi. Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan. Macam Struktur Organisasi Struktur Organisasi ada 5 kelompok yaitu struktur organisasi fungsional, struktur organisasi proyek, struktur organisasi matriks, struktur organisasi usaha ventura dan struktur organisasi tim kerja task force . Soekanto 1983 Struktur Organisasi Fungsional Struktur organisasi fungsional terdiri dari Bagian Pemasaran, Bagian Produksi, Bagian Personalia dan Bagian Pembelanjaan serta Bagian Umum. Pada struktur organisasi fungsional apabila ada seseorang yang diserahi tugas untuk mengelola suatu proyek biasanya orang tersebut sudah terlanjur setia pada bagian mana dia dahulu bekerja. Oleh karena itu seyogyanya offering tersebut tidak memanfaatkan menarik seluruh orang-orang dari bagiannya dahulu, tetapi sebaiknya juga menarik orang-orang pada bagian lain yang mampu sehingga pengalaman dan pengetahuan dapat dinikmati bersama. Contoh sturktur organisasi fungsional Dasar pengelompokan kegiatan adalah sumber resources yang berarti setiap fungsi merupakan bagian yang menyediakan sumber misalnya bagian produksi, personalia, pembelanjaan, pemasaran, Umum . Kelemahan Struktur Fungsional - Respon Organisasi terhadap perubahan lingkungan agag lambat - Pengambilan keputusan menumpuk pada puncak organisasi sehingga beban pimpinan menjadi terlalu berat - Koordinasi antar bagian/fungsi tidak terlau baik - Inovasi terbatas - Pandangan terhadap sasaran organisasi agak terbatas, cenderung hanya memperhatikan bagian sendiri Kelebihan Struktur Fungsional - Paling sesuai untuk lingkungan yang stabil - Dapat mencapai efisiensi pada masing – masing bagian - Merangsang berkembangnya ketrampilan fungsional - Mampu mencapai sasaran bagian fungsi - Ssuai untuk organisasi berukuran kecil sampai dengan sedang - Baik jika ada satu atau sejumlah kecil jenis produk Struktur Organisasi Proyek Pada hakekatnya struktur organisasi proyek bermula dari organisasi fungsional. Pengelola proyek dari suatu bagian meminta agar orang–orang fungsional yang bekerja pada proyek benar–benar pindah untuk bekerja sepenuhnya dibawah kekuasaannya. Gambar Struktur proyek Kelebihan Struktur Organisasi Proyek - Paling sesuai untuk lingkungan tidak stabil dengan perubahan yang cepat - Penaggung jawab proyek jelas - Koordinasi antar fungsi baik - Bagian – bagian dapat beradaptasi dengan baik - Sesuai untuk organisasi besar - Baik jika ada banyak jenis proyek Kekurangan Sruktur organisasi Proyek - Tidak mampu mencapai efisiensi ekonomis - Koordinasi antar proyek sulit - Kahlian tekhnik hilang karena tidak ada spesialisasi fungsional - Integrasi ataupun standarisasi antar produk sulit tercapai Semakin banyak proyek maka semakin banyak pula duplikasi fungsi. Selain itu para karyawan akan ragu di mana dia akan ditempatkan bila pelaksanaan proyek sudah selesai. Sebaliknya manajer bagian mungkin akan khawatir bila personilnya ditarik ke proyek-proyek. Pemanfaatan personil-personil yang fungsional akan menjadi tidak efektif dan efisien. Oleh karena itu diciptakanlah apa yang disebut struktur organisasi matriks. Struktur Organisasi Matriks Organisasi matriks biasanya diciptakan berdasarkan kebaikan-kebaikan organisasi fungsional dan organisasi proyek. Para ahli/staf dihimpun berdasarkan fungsinya untuk mengerjakan proyek tertentu. Dalam hal ini dibentuk bagian manajemen proyek secara tersendiri. Masing-masing bagian secara struktural tidak boleh mempunyai proyek. Walaupun demikian berbagai proyek masih dapat dilakukan oleh perusahaan akan tetapi berada di bawah pengawasan manajemen proyek. Kesulitannya disini ialah bahwa organisasi matriks biasanya hanya dapat dilakukan oleh perusahaan besar dan bila sistemnya tak lancar dapat menimbulkan pertentangan dan kesenjangan antara bagian fungsional dan bagian manajemen proyek. Organisasi Usaha Jenis organisasi ini biasanya dipakai pada perusahan-perusahan besar dimana sering muncul proyek penelitian dan pengembangan produk. Pada kelanjutannya akan dibentuk organisasi fungsional di dalam perusahaan tersebut dengan maksud agar kegiatan dapat mandiri dan luwes dengan sumber daya manusia serta dana tersendiri. Dalam hal ini, kerjasama antara teknisi, peneliti dan para ahli pemasaran perlu dibina terutama pada saat permulaan pengembangan produk. Organisasi Tim Kerja Bentuk organisasi ini biasanya dimanfaatkan untuk menanggulangi proyek-proyek yang muncul secara tiba-tiba atau belum direncanakan dan sifatnya ad hoc sementara. Para anggota organisasi ini biasanya merupakan personil-personil senior dan tidak dibebaskan dari pekerjaan rutinnya. Namun dengan bekal pengalaman yang ada, biasanya mereka lebih mampu dan tenang dalam menanggulangi persoalan yang timbul secara mendadak. Barrie dan Paulson 1984 membagi struktur organisasi atas empat kelompok, yang mencakup struktur organisasi dengan pendekatan tradisional, struktur organisasi pemilik- pembangun, struktur organisasi putar kunci, dan struktur organisasi manajemen konstruksi profesional. Struktur Organisasi Pendekatan Tradisional Dalam struktur organisasi ini pihak pemilik owner mempekerjakan seorang pendesain arsitekturl designer yang bertugas dalam mempersiapkan rencana dan spesifikasi proyek, kemudian melakukan inspeksi sampai tingkat tertentu yaitu memonitor informasi dan mengawasi perkembangan pelaksanaan konstruksi. Pembangunan konstruksi merupakan tanggungjawab kontraktor utama tunggal kepada pemilik melalui suatu perjanjian. Banyak pekerjaan pada kenyataannya boleh dikerjakan oleh kontraktor khusus individu di bawah perjanjian subkontrak dengan kontraktor utama. Biasanya perusahaan tersebut dinamakan Subkontraktor. subkontraktor pada umumnya mengajukan penawaran pekerjaan untuk sebagian saja dari rencana pemilik, namun hubungan kontak formalnya adalah secara langsung dengan kontraktor utama dan selanjutnya kontraktor utama bertanggung jawab kepada pemilik mengenai semua pekerjaan, termasuk juga pekerjaan-pekerjaan yang disubkontrakkan. Struktur Organisasi Pemilik-Pembangun The Owner-Builder Secara historis banyak sekali kota-kota atau negara-negara terutama pada bagian/dinas pekerjaan umum, badan pemerintah pusat, dan perusahaan-perusahaan swasta telah melaksanakan pekerjaan dengan kemampuan sendiri, baik mengenai pembuatan desain maupun mengenai pelaksanaan konstruksinya. Pendekatan ini sering disebut sebagai 'force account' Perhitungan berdasarkan kemampuan sendiri. Para pemilik yang lain atau perwakilannya seperti biro reklamasi, dinas bangunan publik dan badan pelayanan umum general services administration walaupun banyak mempertahankan pertanggungjawaban manajemen dan desain konseptualnya, tetapi mereka telah memanfaatkan jasa-jasa konsultan untuk semua atau sebagian dari desain detailnya serta menyerahkan kepada kontraktor untuk mempekerjakan dan mengawasi tenaga kerjanya. Struktur Organisasi Perancang-Pembangun atau Perancang-Pengelola Putar Kunci Beberapa ahli membedakan pengertian antara perancang-pembangun perancang-pengelola dan putar kunci. Namun pada prakteknya kedua hal tersebut sering saling tertukar. Dalam metode ini keseluruhan manajemen proyek yang meliputi konsep perencanaan, perancangan, pelaksanaan konstruksi serta penyelesaian proyek biasanya ditangani oleh satu perusahaan. Berdasarkan pengertian perancang-pembangun, pihak pembangun tidak bertindak sebagai kontraktor utama. Pihak pembangun tidak mengendalikan pekerjaan dalam satu tangan terhadap semua kontraktor. Ada suatu bentuk kontrak khusus yang dinegosiasikan antara perancang-pembangun bersama dengan pemilik dalam mengelola proyek. Sedangkan menurut pengertian perancang-pengelola, pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh sejumlah kontraktor bebas menurut rata cara yang sesuai dengan konsep manajemen konstruksi profesional. Perancangan Pembangunan Perancangan Pengelola Dengan menggunakan sistem perancang-pembangun atau perancang- pengelola, pelaksanaan konstruksi dapat dilaksanakan dengan segera melalui program konstruksi bertahap yang bertujuan untuk mempersingkat waktu pelaksanaan proyek. Cara untuk menyelesaikan proyek seperti ini telah dipakai pada sebagian besar dari proyek-proyek industri berat yang berorientasi pada proses, sebagaimana yang telah dibangun di negara Amerika Serikat pada beberapa dasawarsa terakhir ini. Manajemen Konstruksi Profesional Manajemen konstruksi profesional membentuk satu tim atas tiga kelompok utama yaitu pemilik, perancang, dan manajer konstruksi dalam suatu hubungan yang tidak saling bertentangan dan hal ini membuka kesempatan bagi pemilik untuk berperan secara penuh dalam proses pelaksanaan konstruksi. Struktur organisasi manajemen konstruksi profesional dibagi atas dua jenis pendekatan. Pendekatan yang pertama yaitu melalui penggunaan suatu perusahaan konsultan sebagai pengawas pekerjaan para kontraktor, sedangkan pendekatan yang ke dua yaitu menggunakan jasa kontraktor utama sebagai pengawas dari seluruh pekerjaan yang disubkontrakkan. Dari segi waktu penyelesaian proyek, kualitas pekerjaan dan dari segi pengawasan keuangan proyek maka penggunaan struktur organisasi manajemen konstruksi profesional melalui pendekatan pertama akan lebih kompetitif bila dibandingkan terhadap penggunaan struktur organisasi pendekatan ke dua. Hal ini disebabkan karena adanya pembedaan yang jelas antara tugas dan wewenang pada masing-masing unsur. Manajemen Konstruksi Profesional – Manajer Konstruksi Manajemen Konstruksi Profesional – Kontraktor Utama BAB III Penutup Kesimpulan 1. Penerapan sistem struktur organisasi suatu perusahan tertentu tidak harus menganut satu pola/ tipe struktur organisasi teoritis yang ada. 2. Sistem struktur organisasi yang digunakan oleh suatu perusahaan tertentu bisa merupakan gabungan dan beberapa pola/ tipe struktur organisasi teoritis yang ada. 3. Antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya bisa memiliki sistem struktur organisasi yang berbeda. Hal ini tergantug dari kondisi dan tujuan perusahaan tersebut. Saran Sebaiknya masing-masing perusahaan menerapkan sistem struktur organisasinya sesuai dengan kebutuhan serta berdasarkan kondisi dan tujuan peusahaan tersebut. Istilah-istilah yang digunakan masih menggunakan istilah asing. Jadi diharapkan pada para pemakai untuk menyesuaikannya dengan kondisi pada perusahaan yang bersangkutan. Daftar Pustaka - Soekanto Reksohadiprodjo, 1983, Manajemen Proyek, BPFE, Yogyakarta - Tulisan Ilmiah Muhammad Aswin, - Definisi Online tentang pengertian Organisasi, - Judi Mukzam, Muhammad. Print out Power Point Teori Organisasi Administrasi. 11 Jun, 2015 PENGORGANISASIANA. DEFENISI, PROSES DAN ELEMEN PENGORGANI-SASIAN Defenisi Pengorganisasian Proses tahap-tahap pengorganisasian Elemen dasar pengorganisasian Pekerjaan work Orang People Lingkungan tugas Task Environment Jaringan kerja NetworkB. Manfaat pengorganisasian Cara pencapaian tujuan lebih jelasKaryawan mengetahui pekerjaan apa yang harus dikerjakan Memungkinkan penggunaan fasilitas fisik sesuai dengan tuntutan kebutuhan kerja yang jelas antara pekerja dalam satu unit maupun dengan pekerja di unit lainnyaMemungkinkan pekerja mengetahui jangkauan otoritas dan tanggungjawabnya STRUKTUR ORGANISASIA. Defenisi Struktur OrganisasiB. Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi Strategi organisasi. Teknologi yang yang yang terlibat dalam Unsur-unsur struktur organisasi Spesialisasi kegiatan Standarlisai kegiatan Koordinasi kegiatanSentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan kuran satuan kerja D. BAGAN ORGANISASI FORMALDefenisi Bagan OrganisasiBagan organisasi menggambarkan 5 aspek utama struktur organisasi Pembagian KerjaManajer dan bawahan atau rantai perintahTipe-tipe pekerjaanPengelompokan segmen-segmen pekerjaanTingkatan manajemenBentuk Bagan OrganisasiBentuk pyramidBentuk VertikalBentuk horizontalBentuk lingkaranE. DEPARTEMENTALISASIDefenisi Departementalisasi Bentuk – Bentuk DepartementalisasiDepartementalisasi FungsionalDepartementalisasi ProdukDepartementalisasi WilayahDepartementalisasi PelangganDepartementalisasi Proses atau peralatanDepartementalisasi WaktuDepartementalisasi PelayananDepartementalisasi Proyek dan MatriksF. KELOMPOK KERJAKelompok Kerja organisasi Formal Kesatuan tugas khusus task forcesPanitia tetap standing committeesDewan atau komisi boardsKelompok kerja organisasi informal Nikita Dini Blogger, Internet Marketer, Web Designer

makalah pengorganisasian dan struktur organisasi