1 Jelaskan fungsi musik pada tari! 2. Jelaskan jenis musik pada iringan tari! 3. Jelaskan keterkaitan antara musik iringan dengan gerak tari! E. Kesimpulan Penjelasan konsep materi dapat disimpulkan sebagai berikut; Musik iringan merupakan satu kesatuan utuh dengan tari. musik pada tari dapat berasal dari dalam dirinya sendiri atau di-
Penggunaanproperti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan ketepatan dalam menggunakan properti tari dengan baik dan benar. Hal ini dikarenakan dalam penggunaan properti tari perlu penguasaan dan keterampilan dari seorang penari. Properti tari yang umumnya digunakan antara lain: Selendang, Tongkat, Keris, Payung, Piring, Panah,
Pengertianproperti tari adalah instrumen atau alat atau benda yang dipergunakan sebagai media pelengkap dalam pementasan tari agar menambahkan makna dan nilai keindahan dalam gerakan tari yang tengah dipentaskan, serta merupakan unsur yang ada dalam hampir setiap tarian. Penggunaan properti dalam sebuah tarian tentunya harus mempertimbangkan asas guna dan fungsi dari properti karena penggunaannya secara mendasar akan menentukan skill penari dalam menguasai suatu jenis tarian.
Taripiring (Jawi: تاري ڤيريڠ; Minangkabau: Tari Piriang) adalah tarian tradisional Minangkabau yang menampilkan atraksi menggunakan piring. Para penari mengayunkan piring di tangan mengikuti gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa satu pun piring terlepas dari tangan. Gerakannya diambil dari langkah dalam silat Minangkabau atau silek.. Tari ini dipopulerkan oleh Huriah Adam.
Beriktuini adalah keunikan dari tari piring, yaitu: 1. Piring Sebagai Properti Utama. Sesuai dengan namanya, tarian ini menggunakan peralatan utama berupa piring saat menari. Piring inilah yang membuat tarian ini berbeda dengan tari adat dari daerah lain. Penggunaan piring sebagai gerakan tari memiliki makna dan sejarah tersendiri, dan
TariLilin berasal dari Sumatra Barat. Properti yang digunakan adalah lilin dan piring. Penari akan membawa piring dan lilin tersebut dengan tangan mereka. Tari eko prawiro berasal dari Jawa Tengah. Properti utama yang digunakan adalah pedang dan tameng. Sebab, tema dalam tari ini juga adalah peperangan. Tari topeng dari Jawa Barat.
H7GC. Daftar isiMakna Tari LilinSejarah Tari LilinFungsi Tari LilinPola Lantai Tari LilinGerakan Tari LilinIringan Tari LilinProperti Tari LilinKostum Tari LilinKeunikan Tari LilinSeni tari merupakan suatu kesenian dengan ada unsur gerakan di dalamnya. Di Indonesia ada banyak sekali macam atau jenis dari seni tari. Di tiap wilayahnya memiliki tarian yang khas dan berbeda dengan wilayah di Minangkabau yang terletak di Sumatera Barat memiliki tarian yang menjadi khas atau ikon dari kota tersebut yaitu tari lilin. Tarian lilin ini merupakan tari tradisional yang unik yaitu dengan menggunakan lilin yang lilin merupakan salah satu tari tradisional yang berada di Indonesia. Tari ini berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Seperti nama dari tarinya sendiri, tarian ini menggunakan properti yaitu lilin kecil yang dibawa oleh para lilin ini merupakan salah satu tari yang terkenal di Indonesia dan juga menjadi tari khas dari Sumatera Tari LilinSejarah dari tari khas Minangkabau, Sumatera Barat ini berdasarkan pada sebuah cerita rakyat. Cerita rakyat tersebut menceritakan seseorang gadis yang ditinggal pergi oleh tunangannya untuk mencari tunangannya pergi, si gadis ini kehilangan sebuah cincin tunangannya. Kemudian si gadis ini mencari cincin tunangannya ke mana-mana hingga larut malam. Ia mencari dengan menggunakan lilin yang digunakan sebagai alat tersebut di tempatkan diatas piring yang kecil. Dari gerakan gadis tersebut mencari cincinnya seperti membungkuk, gerakan berdoa, gerakan gemulai melahirkan sebuah tarian. Tarian tersebut yaitu yang menjadi tari khas dari masyarakat Minangkabau, tari lilin ini pada jaman dahulu merupakan tarian istana, dan hanya bisa dipertunjukkan pada saat saat tertentu saja, tidak bisa sembarangan. Namun seiring dengan perkembangan jaman, tari ini memiliki banyak fungsi, seperti penyambutan tamu, kesenian dan Tari LilinPada awalnya, jaman dahulu tarian ini dipertunjukkan untuk ungkapan rasa syukur kepada dewi karena panen yang melimpah di saat musim seiring dengan perkembangan jaman, fungsi dari tarian ini berubah. Tidak lagi digunakan sebagai ungkapan rasa syukur namun juga digunakan sebagai hiburan untuk Lantai Tari LilinTari lilin menggunakan pola lantai yaitu pola lantai Tari LilinGerakan dari tarian lilin ini tergolong sangat sederhana. Gerakannya seperti, gerakan badan yang meliuk, membungkuk dan gerakan seperti sedang berdoa. Penari akan menarikan secara berkelompok dan disertai dengan tangannya memutarkan lilin, namun secara hati hati agar piring tidak terjatuh dan lilin tidak mati. Dari berbagai gerakan diatas akhirnya menghasilkan kesatuan gerakan pada tari ini biasanya ditarikan oleh para penari wanita. Namun, ada juga tari lilin yang penarinya campur, yaitu penari pria dan wanita yang ditarikan secara berpasangan. Para penari akan menari sembari mengikuti alunan musik Tari LilinTari lilin biasanya menggunakan iringan yang berupa alat musik seperti, kenong, bonang, gendang, tok tok, akordeon, biola dan gendang. Beberapa alat musik tersebut saling mengisi satu dengan lainnya dan memiliki hubungan erat dengan tari lilin diantara tari lilin dan beberapa alat musik tersebut sudah menyatu dan tidak dapat Tari LilinProperti yang digunakan pada tari tradisional ini ada 2 macam, yaituLilinLilin merupakan properti yang wajib atau harus ada pada tarian ini, karena nama dari tari ini sendiri yaitu tari lilin. Pada saat pertunjukkan atau pementasan berlangsung, lilin harus dalam kondisi yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan lilin yang nantinya akan dibawa para penari saat menarikan tari lilin. Piring yang digunakan biasanya berukuran kecil atau sedang, tidak terlalu besar. Sehingga pas saat di taruh di atas telapak tangan para penari. Piring ini ada dua dan diletakkan di atas telapak tangan kanan dan kiri para penarinya. Para penari harus erat saat memegang piringnya, agar tidak mudah Tari LilinKostum yang digunakan oleh para penari dari tari lilin yaitu pakaian gede yang merupakan pakaian khas dari kota Palembang. Biasanya pakaian tersebut digunakan oleh pengantin wanita di gede atau hiasan gede digunakan oleh penari utama. Sedangkan penari lainnya menggunakan hiasan dodot atau selendang mantri. Kostum pada tari lilin ini memiliki makna yang berarti lebih menekanlan pada kejayaan Hindu Budha yaitu pada jaman kerajaan Tari LilinKeunikan dari tari lilin ini yaitu pada propertinya yang tidak biasa. Karena menggunakan properti lilin yang menyala dan diletakkan di atas piring yang berukuran sedang atau pas ketika diletakkan di telapak penari harus menjaga keseimbangannya dan juga bergerak menari. Menjaga keseimbangan agar lilin yang menyala tersebut tidak padam dan piringnya juga tidak mudah jatuh. Jadi para penari dari tari lilin ini harus berhati hati saat menarikan tarian ini, namun juga tetap lemah gemulai gerakannya.
Tari Lilin – Indonesia masuk dalam golongan negara dengan jumlah tarian yang sangat banyak. Hampir di tiap daerah di Indonesia memiliki jenis tarian berbeda yang bisa melambangkan daerahnya. Salah satu jenis tarian tradisional yang perlu diketahui adalah Tari Lilin dengan segala keunikannya. Tarian ini tentunya menarik untuk diulas dari berbagai aspeknya. Tarian ini memiliki beberapa properti pendukung yang tergolong berbeda dari tarian tradisional lainnya. Selain itu, ada banyak aspek lain yang juga penting untuk dipahami. Mulai dari sejarah, fungsi, hingga pola gerakannya. Semua komponen ini akan dibahas secara mendalam dan menyeluruh. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahuinya Asal Tari Lilin Tarian Lilin adalah jenis tari yang berasal dari Sumatera Barat, tepatnya daerah Minangkabau. Secara pengenalan, tarian ini masuk yang paling populer. Selain itu, Tarian Lilin juga sudah menjadi ikon untuk wilayah Sumatera Barat. Hal ini dikarenakan kepopuleran tarian ini yang juga sudah dikombinasikan dengan budaya yang kental. Kearifan lokal yang sangat mendalam juga terasa dalam tarian ini. Unsur gerakan dan aspek pendukung lainnya juga mencerminkan budaya Minangkabau dengan menyeluruh. Hal ini tentunya bisa dijadikan pembeda dengan tarian wilayah lainnya. Dengan demikian, tarian ini sangat layak untuk diapresiasi dan dilestarikan. Baca Juga Tari Mabadong Sejarah Tari Lilin Jika berbicara mengenai sejarah Tarian Lilin, maka ada kisah menarik di dalamnya. Sejarah mencatat, asal mula pembuatan tarian ini adalah karena seorang gadis yang ditinggal oleh tunangannya untuk bekerja. Selama masa tersebut, gadis Minang ini kehilangan cincin yang diberikan saat prosesi pertunangan dilakukan. Setelah itu, ia mencari cincin tersebut hingga malam tiba. Lilin adalah peralatan yang dipakai untuk menerangi pencarian. Selama pencarian tersebut, gadis ini melakukan berbagai gerakan mulia dari membungkuk, hingga gerakan layaknya berdoa. Serangkaian gerakan yang dilakukan juga membuat keselarasan gerakan lainnya muncul. Akhirnya, gerakan ini bisa memunculkan tarian baru yang mulai berkembang. Nama yang disematkan adalah Tarian Lilin, karena properti yang dimanfaatkan adalah lilin. Dengan perkembangan zaman, tarian ini terus berkembang dan mulai dikenal banyak masyarakat. Cerita inilah yang dipercaya oleh masyarakat dalam proses pembentukan tarian ini. Baca Juga Tari Maengket Properti Tari Lilin Sama seperti jenis tarian tradisional lainnya, Tari Lilin juga memiliki properti yang menjadi komponen pendukung di dalamnya. Setiap rangkaian properti yang dibutuhkan tentunya penting untuk dilengkapi. Jika salah satu komponennya kurang, maka tarian ini tidak bisa dikatakan lengkap. Berikut beberapa detail lengkap dari propertinya 1. Lilin Sesuai dengan namanya, tarian ini tentunya akan memanfaatkan lilin dalam keseluruhan tarian yang dilakukan. Oleh sebab itu, properti lilin tidak boleh ketinggalan. Tanpa adanya lilin, maka tarian ini tidak akan bisa diwujudkan. Sedangkan untuk jenis lilinnya sendiri, tidak memiliki ketentuan khusus dan tentunya masuk dalam golongan lilin yang mudah didapat. 2. Piring Selain lilin, dibutuhkan juga yang namanya piring. Pada penerapannya, piring ini berfungsi sebagai tempat lilin dalam tarian. Jadi, penari tidak memegang lilinnya dalam keadaan langsung. Dengan adanya piring sebagai penyangga ini, maka arah gerak lilinnya bisa lebih baik. Penari juga bisa mengendalikan gerakannya sesuai dengan kebutuhan. 3. Kostum Penari Kostum penari juga masuk dalam properti lain yang wajib ada. Penari dalam tarian ini akan memakai jenis pakaian adat yang tentunya selaras dan sepadan. Pakaian adat khas Palembang tentunya akan dikenakan secara menyeluruh oleh penari tanpa ada yang terlewat. Nama dari pakaian ini adalah pakaian gede. 4. Alat Musik Alat musik menjadi komponen terakhir yang wajib ada dalam tarian ini. Dengan adanya alat musik, maka akan ada alunan yang menjadi acuan gerakan dalam tariannya. Konsep musik yang dihasilkan juga akan menyesuaikan dengan tariannya. Tanpa adanya alat musik, maka tarian tidak akan bisa dilakukan karena tidak ada acuan yang bisa dipakai. Baca Juga Tari Maluku Pola Lantai Tari Lilin Pola lantai yang dipakai dalam Tarian Lilin memang tidak terlalu beragam. Secara khusus, jenis pola lantai yang dimanfaatkan adalah pola lurus. Pemakaian pola lantai ini tentunya bukan tanpa alasan. Tarian Lilin masuk golongan tarian yang memakai gerakan lembut di dalamnya. Sehingga, pemakaian pola lurus akan sangat tarian ini memakai pola yang terlalu beragam dengan perpindahan yang atraktif, maka gerakannya akan lebih banyak. Sedangkan, penari diharuskan menjaga keseimbangan agar api pada lilin tidak padam. Alasan inilah yang menjadikan tarian ini memakai jenis pola lantai lurus dalam pertunjukan tariannya. Gerakan Tari Lilin Gerakan yang muncul dalam Tarian Lilin termasuk beragam. Komponen gerakan yang paling menonjol adalah gerakan meliuk-liuk, membungkuk, hingga gerakan layaknya berdoa. Semua gerakan ini akan dimunculkan dalam tarian hingga membuat keselarasan yang indah. Namun, keseimbangan harus tetap dijaga oleh setiap penari. Hal ini penting untuk dilakukan agar lilin yang dipegang bisa terus menyala. Bagi penari, semua gerakan yang ada ini juga harus ditampilkan dengan lemah lembut. Dengan rangkaian gerakan yang ada, maka keselarasan gerakan akan muncul secara menyeluruh dan bisa membuat tarian menjadi lebih menarik. Keunikan Tari Lilin Keunikan Tarian Lilin juga menarik untuk diulas. Komponen keunikan pertama yang penting untuk diketahui ada pada properti yang digunakan. Seperti yang sudah dipahami bersama, tarian yang memakai lilin sebagai komponen utamanya adalah Tarian Lilin ini. Hal ini tentunya bisa dijadikan pembeda dengan tarian tradisional lainnya. Selain keunikan pertama ini, keunikan lain juga muncul pada proses pembentukan dan sejarahnya. Berdasarkan sejarah yang ada, tarian ini muncul dari kisah seorang gadis Minang. Setidaknya cerita inilah yang berkembang dan terus dipercaya oleh berbagai pihak hingga saat ini. Cerita ini tentunya masuk dalam suatu poin unik yang juga tidak mudah ditemukan di tarian lain. Semua ragam keunikan ini tentunya layak untuk diulas dan dipahami. Dengan adanya keunikan ini, maka tiap pihak yang menonton. Tarian Lilin bisa langsung melihat perbedaan yang ada secara menyeluruh. Hal ini tentunya menarik untuk dipahami apalagi bagi yang sedang mendalami tarian ini di berbagai aspeknya. Fungsi Tari Lilin Awalnya, fungsi utama dari Tarian Lilin adalah sebagai media untuk mengungkapkan rasa syukur kepada para dewa. Rasa syukur ini diungkapkan saat masa panen tiba untuk masyarakat di wilayah Minangkabau. Fungsi inilah yang muncul dan terus terjadi secara turun-temurun dan diwariskan oleh leluhur. Namun seiring perkembangan zaman menuju arah modern, tarian ini juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai media hiburan. Saat ini masyarakat sudah bisa menyaksikan tarian ini di berbagai kesempatan berbeda. Jadi, tidak melulu harus menunggu masa panen untuk bisa melihat pertunjukan tarian ini secara menyeluruh. Penutup Tari Lilin Daftar penjabaran tentang Tari Lilin di atas tentunya bisa langsung dipahami. Setiap aspeknya tentu bisa menambah wawasan mengenai tarian ini. Mulai dari sejarah, properti, keunikan, hingga fungsinya sudah dijabarkan secara mendalam dan menyeluruh. Jadi, agar pemahaman mengenai tarian ini bisa menyeluruh pastikan untuk mendalaminya dengan baik. Tari Lilin
- Masyarakat Suku Minangkabau memiliki sejumlah tarian tradisional, salah satunya Tari Lilin. Seperti namanya, Tari Lilin dimainkan oleh penari yang membawa piring kecil dengan lilin menyala di atasnya. Penari Lilin menarikan tarian ini secara berkelompok dengan memutar piring berisi lilin berhati-hati dengan nyala lilin, para penari juga berhati-hati untuk menjaga agar lilin tidak padam. Gerakan tarian ini cukup atraktif, yang dilengkapi dengan alunan musik khas Minangkabau. Sejarah Tari Lilin Tari Lilin, bersama dengan tarian tradisional asal Minangkabau lainnya, menjadi ikon budaya bagi Provinsi Sumatera Barat. Pada zaman dahulu, Tari Lilin ini dipentaskan pada malam hari dan hanya di lingkungan istana saja. Adapun asal-usul Tari Lilin ini berkaitan dengan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Minangkabau. Dalam cerita rakyat itu, dikisahkan ada seorang wanita yang ditinggal tunangannya merantau atau berdagang. Suatu hari, wanita tersebut kehilangan cincin pertunangannya. Hal itu membuat si wanita panik dan berusaha keras mencari cincin pemberian tunangannya tersebut. Memasuki malam hari, cincin itu tak kunjung ditemukan. Namun, si wanita tidak menyerah dan terus mencari. Sebagai penerangan, wanita itu menggunakan lilin saat mencari cincinnya. Selama wanita itu mencari cincin, dia melakukan gerakan-gerakan mulai dari membungkuk, meliuk, hingga menengadah penuh harap. Gerakan yang dihasilkan wanita ini menghasilkan gerakan indah, yang konon menjadi cikal bakal gerakan Tari Lilin. Meski demikian, belum ada catatan yang valid mengenai apakah cerita tersebut benar atau kapan kisah itu terjadi. Fungsi Tari Lilin Tari LilinSama seperti tarian tradisional pada umumnya, Tari Lilin juga memiliki fungsi dari Tari Lilin pada masa lalu lebih untuk memeriahkan upacara-upacara adat yang digelar masyarakat. Tari Lilin ini sebagai manifestasi rasa syukur manusia kepada Tuhan atas capaian yang didapat. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi Tari Lilin mengalami pergeseran. Tari Lilin tidak lagi eksklusif ditampilkan di lingkungan istana pada malam hari seperti dahulu. Saat ini, Tari Lilin berfungsi sebagai pertunjukan hiburan untuk masyarakat luas. Tak hanya itu, Tari Lilin juga kerap dijadikan sebagai tarian penyambut tamu. Gerakan Tari Lilin Sebagaimana disebutkan sebelumnya, penari Tari Lilin juga berkepentingan untuk menjaga lilin tetap menyala. Oleh karena itu, gerakan Tari Lilin juga cenderung lemah lembut dan mengedepankan keindahan. Gerakan tarian ini juga didominasi dengan ayunan tangan, gerakan seperti berdoa, hingga badan yang meliuk dan memutar. Dalam satu kesempatan, para penari tarian ini juga menggerakkan tarian dalam posisi duduk. Sisi atraktif gerakan tari ini dapat disaksikan saat para penari membolak-balikkkan piring yag di atasnya terdapat lilin. Sedangkan musik yang mengiringi Tari Lilin berasal dari alat musik seperti accordeon, biola, gong, gitar, saxophone, kenong, bonang, gendang, dan tok-tok. Adapun busana yang dikenakan para penari umumnya berupa pakaian adat Minangkabau. Penari dilengkapi dengan hiasan kepala yang disebut tangkuluak, baju batabue, celana lambak lengkap dengan selempang. Aksesoris lain yaitu kalung, gelang, cincin, serta yang paling utama adalah piring dengan lilin menyala di atasnya. Sumber Prosedur Gerakan Tari Lilin - Muh Ali Sodik ScribdTari Lilin dari Sumatera Barat - Eko ScribdTarian Daerah yang Menggunakan Properti - Wied Scribd Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
SiMada Keunikannya yaitu lebih mudah dibentuk, bersifat plastis 8 votes Thanks 11
Deskripsi Pengertian dan sejarah Tari Lilin, daerah asal, makna, pola lantai, gerak, dan propertinya. Sebagai warga negara Indonesia, Anda tentu sudah tahu bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam. Salah satu kesenian tari yang populer baik di kalangan masyarakat Indonesia maupun mancanegara yaitu tari Lilin. Tarian ini semakin unik dan khas karena ditarikan dengan menggunakan properti berupa lilin yang menyala. Untuk mengetahui asal usul tarian Lilin beserta pola lantai, gerakan, dan makna yang terkandung di dalamnya, mari simak ulasan berikut ini. Daerah Asal Tari Lilin Tari Lilin merupakan tarian tradisional yang berasal dari provinsi Sumatera Barat. Tarian tradisional ini tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Minangkabau. Pada mulanya, tarian Lilin hanya dipentaskan di lingkungan istana ketika malam hari saja. Sesuai dengan namanya, para penari akan membawa lilin yang diletakkan di dalam piring-piring kecil dalam keadaannya menyala. Para penari harus melakukannya dengan hati-hati untuk menjaga lilin tetap menyala dan piring yang dipegang tidak terjatuh. Makna Tari Lilin Tarian Lilin merupakan tari tradisional yang digelar saat musim panen tiba sebagai wujud ungkapan syukur kepada dewi. Karena dianggap sebagai tarian tradisional adat yang sakral, pementasan tarian Lilin tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan tidak ditampilkan setiap saat. Masyarakat Minang juga percaya bahwa tarian mengandung makna cerita seorang gadis yang ditinggal oleh sang tunangan merantau. Suatu hari sang gadis kehilangan cincin pemberian tunangannya. Karena cincinnya hilang saat malam hari, ia kemudian mencarinya menggunakan lilin. Seiring perkembangannya, tarian Lilin ini tidak hanya digelar untuk upacara adat sebagai ucapan syukur, namun sekadar hiburan semata bagi masyarakat Minang. Meski begitu, sebagian masyarakat Minang tetap menggelar tarian Lilin ini ketika musim panen tiba. Sejarah atau Asal-usul Tari Lilin Menurut cerita yang diyakini oleh masyarakat Minang, terciptanya tarian Lilin bermula dari kisah seorang gadis yang ditinggalkan oleh tunangannya merantau. Selama tunangannya pergi merantau, cincin pertunangan sang gadis hilang. Gadis itu lantas mencari cincin tersebut hingga larut malam menggunakan lilin yang diletakkan di atas piring kecil. Gadis tersebut berusaha keras menemukan cincinnya sambil mengitari pekarangan rumah. Sesekali dia akan membungkukkan badan, meliuk-liuk, dan menengadah berdoa. Gerakan-gerakan itulah yang kemudian menjadi sejarah awal terciptanya gerakan tarian Lilin gemulai dan luwes. Dahulunya, tarian Lilin ini hanya digelar pada acara tertentu di lingkungan istana sebagai perwujudan ungkapan syukur atas keberhasilan yang dicapai. Namun seiring berjalannya waktu dan zaman yang terus berkembang, tarian ini tidak hanya ditampilkan dalam upacara adat saja. Tarian ini juga dipentaskan sebagai pertunjukan kesenian yang menghibur untuk menyambut tamu dan menyemarakkan berbagai acara seperti festival budaya. Pola Lantai Tari Dalam pementasannya, tarian Lilin menggunakan pola lantai garis lurus dengan gerakan-gerakan yang untuk dan cenderung lemah lembut, serta gemulai. Tarian ini dibawakan secara berkelompok oleh penari wanita atau gabungan antara penari wanita dan pria secara berpasangan. Pada saat tarian Lilin ini dipentaskan para penari akan memegang piring kecil yang di atasnya sudah ada lilin yang menyala. Penari akan melenggak-lenggokkan badan dan mengayunkan tangan mereka dengan indah mengikuti alunan musik pengiring. Untuk iringan musiknya sendiri, tarian Lilin diiringi dengan alat musik tradisional seperti gendang, kenong, bonang, gong, dan tok-tok. Selain itu, iringan musiknya menggunakan alat musik modern seperti akordion, gitar, saxophone, dan biola untuk memperindah musik iringan. Gerak Tarian Lilin Pada tarian Lilin gerakan yang dominan adalah gerakan-gerakan yang lemah lembut, gemulai, anggun, dan pelan. Gerakan yang gemulai ini tentunya tidak lepas dari nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Gerakan yang lemah lembut dan pelan ini bertujuan agar lilin tidak padam. Berikut ini beberapa gerakan yang dominan dalam tarian Lilin. Gerakan memutar badan Gerakan meliuk-liuk Gerakan mengayunkan tangan Gerakan membungkukkan badan Gerakan seperti orang berdoa Selain ditarikan dalam posisi berdiri, ada pula serangkaian gerakan yang dilakukan dalam posisi duduk sambil melambai-lambaikan tangan. Karena tergolong tarian yang sakral, pementasan tari Lilin tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang. Untuk memperoleh gerakan yang indah dan gemulai, setiap penari diharuskan mengikuti latihan secara terstruktur dan memakan waktu yang terbilang lama. Hal ini dikarenakan setiap gerakan tarian Lilin membutuhkan keseimbangan dan kehati-hatian agar lilin tidak padam dan tidak terjatuh. Dalam melakukan gerakan tarian Lilin ini, para penari membutuhkan keahlian khusus untuk menjaga lilin tetap menyala. Penari harus bisa menjaga dan mempertahankan posisi piring tetap datar untuk menghindari terpaan angin meskipun badan dilenggak-lenggokkan. Meski dominan dengan gerakan yang melambai dan cenderung pelan, gerak tarian Lilin sebenarnya sangat bervariasi, atraktif, dan tidak monoton. Dengan penggunaan lilin yang menyala, gerakan-gerakan yang tercipta dalam tarian ini juga semakin terlihat indah, unik, dan menarik. Properti Penari Lilin Untuk menunjang penampilan agar terlihat menarik dan menonjol, setiap penari menggunakan kostum khusus. Berikut ini kostum dan properti yang digunakan oleh para penari Lilin. 1. Pakaian Gede Pakaian gede merupakan kostum khusus yang dikenakan oleh para penari Lilin, Pakaian gede adalah pakaian adat khas Palembang yang biasanya dikenakan oleh pengantin wanita. Kostum penari Lilin ini terdiri dari busana atas yang disebut baju batabue dan busana bawah yang disebut lambak. Sementara itu, untuk penari Lilin yang lainnya mengenakan dodot atau selendang mantri. Makna yang terkandung dalam kostum penari Lilin ini yaitu gambaran tentang masa kejayaan kerajaan Sriwijaya di Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari budaya Cina. 2. Aksesori Pendukung Selain mengenakan kostum khusus yang khas daerah Palembang, para penari Lilin juga menggunakan beberapa aksesori pendukung untuk menunjang penampilan. Aksesori yang dipakai oleh para penari Lilin berupa galang gelang, cincin, dukuah kalung, salampang, dan tengkuluak hiasan kepala. 3. Piring Properti selanjutnya yang harus ada dalam tarian Lilin yaitu piring. Dalam tarian tradisional khas Sumatera Barat ini, piring digunakan untuk meletakkan lilin. Oleh karena itu, piring yang digunakan juga berukuran kecil atau sedang agar sesuai dan pas saat digenggam dengan telapak tangan. Dalam memegang piring, para penari harus menggunakan teknik khusus agar piring yang digenggam tidak mudah jatuh. Cara memegang piring kecil sambil diayun-ayunkan inilah yang membuat tari Lilin terlihat semakin menarik, unik, dan sedap dipandang mata. 4. Lilin Sesuai dengan namanya, tarian ini identik dengan properti lilin. Lilin yang digunakan juga harus dalam keadaan menyala karena sesuai dengan sejarahnya di mana tarian ini dahulunya hanya ditarikan pada malam hari. Keunikan tarian Lilin ini terdapat pada keahlian para penari yang meliuk-liukkan badan sambil membawa piring dan lilin yang menyala tanpa jatuh dan tetap menyala. Para penari juga tidak perlu khawatir terkena lilin yang meleleh karena lelehan lilin akan terkumpul dalam piring-piring kecil. Dari penjelasan mengenai tari Lilin di atas, Anda bisa menjadikannya sebagai referensi yang dapat menambah wawasan tentang budaya tradisional Indonesia. Tarian tradisional yang unik dan khas ini berhasil menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat daerah Sumatera Barat.
jelaskan keunikan penggunaan properti pada tari lilin